Posisi Hubungan Intim Aman Untuk Ibu Hamil

Wednesday, June 15th 2016. | Artikel
Posisi Hubungan Intim Aman Untuk Ibu Hamil

Posisi bercinta bisa mengancam kehamilan seorang Ibu jika tidak dilakukan dengan pengetahuan seksual yang cukup. Walaupun menjajikan kenikmatan, beberapa posisi seks tidak disarankan bagi Ibu hamil karena dapat membahayakan sang janin. Walaupun begitu, pada dasarnya bercinta saat hamil tidak dilarang. Apalagi saat hormon wanita tidak dalam keadaan stabil saat hamil, berhubungan intim dengan suami bisa menjadi salah satu kebutuhan yang besar. Beberapa wanita bahkan mengklaim mengalami ngidam seks saat dalam keadaan hamil tersebut.

Untuk dapat tetap menormalkan kehidupan bercinta Anda tanpa harus membahayakan janin yang sedang dikandung, berikut ini kami berikan 3 posisi bercinta yang aman untuk Ibu hamil. Di antaranya adalah:

 

1. Posisi Bercinta Misionaris

Posisi yang klasik. Anda tentu saja mengetahui posisi ini karena merupakan salah satu posisi yang disebut-sebut ‘bawaan’ genetik manusia. Posisi misionaris adalah gaya bercinta yang telah ada sejak lama, dan merupakan posisi bercinta standar sejak zaman nenek moyang kita. Keberlangsungan spesies manusia tampaknya 90% sangat bergantung pada posisi ini. Selain itu, posisi ini juga dikenal sebagai salah satu posisi seks yang paling nikmat.

Selain klasik, posisi bercinta misionaris juga adalah salah satu posisi hubungan intim yang aman untuk dilakukan ketika sedang hamil. Hanya saja ada beberapa modifikasi berbeda tergantung dari seberapa tua usia kandungan pada saat hubungan intim dilakukan.

Pada usia kehamilan 1-3 bulan.

Pada usia kehamilan ini, posisi misionaris masih dapat dilakukan dengan berbagai modifikasi gaya. Sang suami dapat menindih tubuh sang istri, juga dapat menarik kaki sang istri ke atas bahunya. Pada usia kehamilan ini, tidak ada modifikasi misionaris yang dapat membahayakan janin.

Pada usia kehamilan 3-6 bulan.

Pada usia kehamilan ini, sang suami sudah tidak sebaiknya menindih perut sang istri saat melakukan hubungan. Tapi mengangkat kaki sang istri tinggi untuk penetrasi yang lebih dalam masih dapat dilakukan. Disini sang suami dapat melakukan gaya misionaris dengan bertumpu pada lututnya sambil menegakkan badan. Walaupun mengangkat kaki sang istri tinggi-tinggi masih diperbolehkan, tapi sangat disarankan untuk melakukan gaya ini dengan menekuk lutut sang istri atau melingkarkan kakinya ke bagian pinggang sang suami.

Pada usia kehamilan 6 bulan ke atas.

Pada usia kehamilan ini, sang suami haris lebih berhati-hati saat melakukan hubungan intim. Bahkan banyak ahli yang menyarankan bahwa hubungan seksual sebaiknya dikurangi atau ditiadakan sejak kehamilan menginjak usia ini. Posisi bercinta misionaris dapat dilakukan seperti pada usia kehamilan 3 bulan hingga 6 bulan, hanya saja penetrasi tidak sebaiknya dilakukan terlalu dalam, terlalu cepat, atau terlalu keras. Ini karena goncangan yang terlalu keras bisa saja menyebabkan efek yang berbahaya bagi sang bayi.

2. Posisi Bercinta Doggy Style

Ketika wanita sedang hamil, salah satu posisi bercinta yang aman adalah dengan melakukannya dalam keadaan menungging. Ya, doggy style adalah salah satu gaya yang aman bagi Ibu hamil. Tapi lagi-lagi tergantung pada usia kehamilan sang Ibu, sang suami harus mengatur tempo penetrasinya. Pada usia kehamilan yang sudah tua atau 6 bulan ke atas misalnya, sang suami tidak lagi disarankan untuk melakukan sodokan yang terlalu keras ataupun terlalu cepat. Sisi baiknya, pada usia kehamilan ini pasangan dapat melakukan hubungan intim dengan lambat dan mesra. Ini juga dapat meningkatkan keintiman keduanya.

3. Posisi Bercinta Sideways

Posisi bercinta sideways memiliki banyak modifikasi dan kombinasi. Semuanya dapat dinilai aman, karena pada posisi ini pasangan dapat memposisikan diri berdasarkan kenyamanan dan juga ukuran panjang penis sang suami. Untuk suami dengan panjang penis yang kurang dari standar misalnya (di bawah 13 cm), posisi sideways sebaiknya dilakukan tidak berhadapan namun sang pria sedikit lebih berada di bawah agar dapat melakukan penetrasi yang dalam.

Pada posisi sideways, pasangan berbaring ke samping dan saling berhadapan satu sama lain. Bagi pria dengan penis yang standar dan di atas standar dapat melakukan posisi sideways sambil membelakangi istri. Dengan mengambil posisi dari belakang, selain lebih aman bagi sang Ibu hamil juga dapat memberikan kenikmatan yang lebih karena tangan sang suami bebas melakukan stimulasi pada istri dari belakang. Tapi tetap saja, kecepatan dan kedalaman penetrasi harus disesuaikan berdasarkan usia kehamilan sang istri.

Untuk amannya, hubungan suami istri sebaiknya memang tidak dilakukan pada saat kehamilan sudah menginjak usia yang tua. Tapi jikapun harus dilakukan, lakukanlah dengan hati-hati dan dengan 3 Posisi Hubungan Intim Aman Untuk Ibu Hamil yang baru saja kami berikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pasangan-pasangan yang sedang menunggu kehadiran sang buah hati.

JIKA ANDA SERIUS INGIN TAU CARA MEMPERBESAR PENIS ALAMI, CEPAT, AMAN SILAHKAN KLIK DISINI

Bantu Share ya :
tags: